Bye 2018, Welcome 2019.
Tentang 2018
Aku tuliskan
untukmu agar dirimu ingat bahwa kamu pernah melalui suatu fase kehidupan yang
begitu besar. Aku tuliskan bulan di mana kamu merasa ingin mengakhiri
kehidupanmu karena dirimu sangat tidak sanggup melaluinya. Aku sekarang menulis
fase rasa sakit ini tidak ingin membanding-bandingkan dengan apa yang dirimu
rasakan ketika dirimu membaca hanya saja aku ingin kamu ingat, bahwa dunia
adalah ilusi dan nikotin yang terkadang tidak jelas bahkan membingungkan
sehingga kamu tidak mampu untuk membedakan apakah kenyataan atau tidak. Bahkan,
hidupmu seperti candu yang menurutmu membahagiakan padahal kamu sedang terluka
dan melupakan sesuatu kebahagiaan yang indah.
Januari
Aku menuliskan
tulisan ini seperti memanggil rasa sakit yang sangat dalam. Awal januari
seperti biasa dirimu di bebani oleh masalah SMA yang tidak kunjung selesai itu.
Seolah-olah semuannya hanya memutar dan tidak ada arah, ketika dirimu mencoba
bahkan kamu sudah masuk ke lobang ternyata mereka menghindarimu. Aku teringat
kamu memfoto keadaan wajahmu pada saat itu untuk melihat perubahaan wajahmu
hahaha lucu sekali pada saat itu, oke kita lupakan sejenak fase ini.
Selanjutnya, di
bulan yang sama bapak kamu sudah di berhentikan dari pekerjaan yang membuatmu
mampu ber sekolah hingga saat ini. Penghasilan satu-satunya terhenti pada bulan
ini akan tetapi masih ada sisa gaji di bulan Desember untuk membayar UKT dan
biaya skripsi,wisudaan kakakmu. Bapakmu pada bulan ini berencana menjual motor
kesayangannya untuk membuat dirimu kuliah. Kamu membentaknya pada saat itu kan?
Kamu begitu ketakutan ketika bapakmu menjual motor kesayangannya yang di beli
di saat dia masih di puncak-puncaknya bukan? Kamu sangat ketakutan bahkan kamu
masuk ke kama tidur lalu menutup rapat pintu sehingga keluargamu tidak tahu
bahwa dirimu menangis. Pada saat itu kamu bilang “Apa perlu aku berhenti
kuliah?”
Februari
Aku melihat di
arsip Instastorymu bahwa kamu dan bapakmu sedang mengambil uang pension yang
jumlahnya bahkan untuk membayar UKTmu tidak cukup. Tidak adil ya pak itu yang
selalu di ucapkan olehmu pada saat itu, sehingga membuat bapakmu menjadi
semakin ingin menjual motor kesayangannya. Aku menangis ketika menulis dan
mengingat kejadian tersebut. Antrian padat sekali, disaat itu musim hujan. Bapak
menyuruh aku pulang ke rumah agar aku tidak capek menunggu dan sekalian di
suruh mengambil berkas yang ketinggalan di rumah. Sepanjang di perjalanan aku
selalu self talk agar mampu melewati fase ini dan aku juga tidak boleh terlalu
membayangkan kejadian hari esok tanpa gaji bulanan seperti biasannya. Kamu bahkan
menangis tersengak-engak karena membayangkan tidak bisa lagi belanja banyak
dengan ibumu, kamu akan hidup lebih dari kata cukup bukan? . kembali lagi
ketika bapakmu menyuruhmu ke instansi itu karena sudah dapet nomer antrian,
tiba-tiba ketika setengah jalan hujan deras mengguyur kamu untungnya ada mantol
fiska yang katanya sengaja di tinggal di aku hehe. Sampai di sana bapakmu
menunggu di depan sambil memlambaikan tangan dengan membawa payung besar. Aku tidak
sanggup mengingat itu, cukup aku ceritakan alurnya saja ya kamu pasti akan
ingat.
Setelah pengambilan
uang pensiunan, bapakmu mulai aneh bukan? Dia bilang ingin ke Batam ke
pertambangan agar kamu bisa berkuliah, dia bahkan bersedia menjadi sopir bis
antar kota agar kamu bisa selesai kuliah dan mampu membayar uang wisuda
kakakmu. Bapakmu sering sakit pada saat ini sehingga semua ahh begitulah.
Maret-April
Untuk uang UKT
jadinya membayar dengan uang pensiunan dan hutang omku. Sebenarnya perkuliahan
sudah masuk tapi aku tidak mengingat satupun kisah di perkuliahan. Aku hanya
ingat aku begitu sangat bahagia mempunyai teman tata, hanny, salsa pada saat
itu. Aku bahkan bermimpi pergi liburan bareng dengan mereka. kami membuat
masakan yang ternyata rasanya mm not bad lah.
Mei-Juni
Kucil meninggal
sedih bgt -___- lalu milky juga. Kucil dan milky adalah kucingku
Di bulan
selanjutnya, kamu hanya mengurus kehidupanmu seperti mengurus urusan SMA itu,
membantu kakakmu menyelesaikan semuannya urusan perkuliahan, kerja toko, jadi
sales buku lek sugeng, nunggu rumah orang, nganter orang. Kehidupanmu intinya
pada saat itu sangatlah berbeda dengan ketika bapakmu kerja, kamu pada saat itu
hanya focus untuk cari uang bisa membiayai kucing dan hidupmu.
Agustus-September
Pembayaran UKT
di depan mata, orang tuamu kebingungan mencari uang. Mereka menjual emas dan
berbagai benda berharga yang telah mereka punya. Tepat pembayaran UKT ternyata
bertepatan dengan pembayaran kuliah kakakmu yang terakhir. Buyaar semuanyaa
hahahaha, mantap sekali pada saat itu. Akhirnya motor kesayangan bapak kamu di
jual pada saat bulan kemerdekaan.
Ibumu bilang “
dek, kalo sekarang uang sakunya 50.000 seminggu piye? “ tapi pake bahasa
jawa. Pada saat itu, aku hanya meng
estimasi biaya bensin dan makan bisa untuk uang segitu. Aku juga tidak ingin
membebani mereka orang tuaku yang banting tulang kesana untuk aku, aku juga
tidak ingin mereka qerja bagai quad karena aku. Lalu aku meng iyakan omongan
ibukku.
Oktokber-Desember
Kita persingkat
saja karena 2019 tinggal 5 menit lagi. Bulan yang sangat gila-gilaan
Kamu gak bisa
ternyata dengan ngatu uang 50.000 untuk kuota,bensin,makan,print, bayar buku. Kamu
nangis tapi gak tau mau nangis ke siapa selain Allah.
Semua hancur,
kalo boleh dikatakan maju kena, mundur kena, depan kena, belakang kena. Sungguh
se sakit itu dirimu pada saat itu. Leptop rusak, kamu nekat pinjem uang om
kamu. Kuliah hancur, nilai anjlok, semua hal nyalahin kamu hahaha. Kamu juga
mengawali bisnismu pada tahun ini.
Jangan lupa
doamu ketika kamu SMA ternyata malah terjadi begini.
Doa kamu adalah Aku mau cari kampus murah biar bapak ibu gak
jual barang mereka lagi, cukup mbak aja kuliah mahal dan aku dah cukup seneng
SMA di Muhi. “ Eh ternyata malah pas
jaman kamu hamper semua di jual hahahahha
MAKASIH UDAH
KUAT JALANI SEMUANNYA, BOCIL KAYAKNYA TAU DEH KALO AKU LAGIMELLOW DIA MANJA
MELULU
Komentar
Posting Komentar