Tentang Kehidupan di Semester 5 (1)
Tentang kehidupan
yang menimpamu di masa lalu dan hari ini, dirimu adalah salah satu kekuatan
manusia yang diciptakan oleh Allah. Manusia yang hanya bisa berguru dan belajar
dalam ilmu pengetahuan yang disediakan oleh sang pencipta. Kehidupan yang dulu
kamu anggap menyenangkan bukan berarti tidak tercapai namun sedang diproses
dalam yang dirimu mau.
Semua yang
kamu hadapi sekarang bukanlah tolak ukur kesuksesan yang akan dirimu hadapi di
masa yang akan datang. Belajarlah dan lihatlah sekelilingmu yang menurutmu
patut untuk dicontoh didalam kehidupan yang sedang dirimu alami. Ini semua
bukan hayalan yang dirimu kira ketika SMP, semua kejadian yang dirimu alami
bukanlah kesalahan yang kamu tulis di masa lalu. Apabila dirimu masih
menganggap dirimu adalah sampah kehidupan dan keluarga cobalah ingat sesuatu
yang ingin kamu gapai bersama salah satu sahabatmu.
Cobalah istirahat
sejenak dalam aktifitas yang sedang dirimu hadapi, didalam tubuh kita ada jiwa
yang sedang terombang-ambing dalam menjalani kehidupan. Pasti di saat dirimu
sedang mengistirahatkan dirimu ada saja halangan yang akan menghancurkan itu
semua. Mereka tidak mengetahui keadaan yang sedang dirimu hadapi, kesakitan apa
yang dihadapi di minggu terakhir ini. Bahagiakanlah dirimu, apakah kamu sadar
berapa persen kehidupan yang kamu dedikasikan untuk dirimu sendiri?
Bukan tidak
bersyukur namun memang inilah yang sedang dirimu hadapi, bukan ? mengapa dirimu
merasa terlalu bersalah dengan setiap keadaan yang dirimu hadapi? Bukankah permasalahan
ini sudah kita bahas di kehidupan ketika dirimu akan memulai semua ini ? lalu
mengapa dirimu begitu ragu dengan pilihan yang sedang dirimu buat?
Ada banyak
bintang yang sedang dirimu coba, beberapa membuat dirimu terlena dengan kenikmatan
yang diberikan oleh bintang tersebut da nada pula yang membuatmu terlalu
memperburuk keadaan yang sedang dirimu hadapi. Bintang diciptkan oleh Allah
untuk bersinar di langit malam bukan untuk menyuramkan langit ataupun bumi tapi
mempercantik keindahan ciptan-Nya. Dirimu sebenarnya sudah menemukan bintang
yang memberikan keindahan tersebut akan tetapi bintang tersebut menyembunyikan
diri untuk melihat dirimu betapa hebatnya kehidupan yang di jalani oleh dirimu.
Antara menetap
atau bertahan walapun terluka, dirimu juga terlalu banyak menerima kekecewan
dan kehilangan kepercayaan. Biarkanlah itu terjadi, memang sudah fase nya
dirimu merasakan kehidupan yang seperti itu. Banyak orang bilang bahwa
kehidupan yang dirimu jalani begitu rumit dan membuat beban tapi diriku tidak
pernah merasakan hal tersebut beban. Sungguh, apabila dirimu bertanya apakah
kamu kuat atau kuat dalam arti ingin segera berhenti. Cobalah untuk menjajarkan
pundakmu, jangan terlalu sering menundukan kepalamu di permukaan hal tersebut
tidak pantas untuk dirimu.
Semester 5
adalah fase kehidupan yang paling klimaks yang dijalani oleh dirimu. Dirimu ditimpa
permasalahan dari berbagai sisi, pikiranmu seolah pecah dan dituntut untuk
mempercepat perjalanan pikiran yang ada di otakmu. Tenanglah sejenak, dirimu
bukanlah manusia yang mudah dalam arti menyerah
. Bersyukurlah dirimu merasakan kenikmatan di semester ini.
Bukankah kehidupan
itu berpotar sesuai dengan poros kehidupan? Bukankah Allah memberikan porsi
yang sesuai untuk kehidupanmu? Lalu mengapa dirimu begitu sangat ketakutan
dalam menjalaninya ? Dirimu mengetahui bahwa ini semua akan terselesaikan
karena dirimu melibatkan allah, bukan ? Lalu mengapa dirimu begitu merasa
paling terpuruk dalam kehidupan ini?
Cobalah berjalan
sendiri dalam ketenangan kota itu, jika dirimu takut cobalah berkendara dengan
montor kesayanganmu. Lalu rasakan sesuatu yang kosong akan tertutup ketika
dirimu sedang dalam ketenangan. Sesuatu yang kosong tersebut adalah persepsi
dirimu tentang kehidupan yang salah.
Bangunlah,
dirimulah yang mengenal siapa dirimu. Walapun akan banyak sekali omongan yang
menjurus dirimu, sudahlah itu adalah kehidupan yang fana. Mari jalani dengan
sepenuh hati sesuai perjanjian yang telah lama kita buat.
Untukmu yang sedang kecewa,
Untukmu yang sedang dalam
kegelisahan,
Untukmu yang sedang merasa
kesulitan,
Untukmu yang sedang merasa
diacuhkan,
Untukmu yang sedang belajar
menghargai,
Untukmu yang sedang berjuang di
kehidupan yang keras ini,
Untukmu yang sedang mengabdikan
kesabaran untuk hidup ini,
Untukmu yang sedang menangis
dalam kesendirian,
Untukmu yang sedang dalam
ketidakpastian,
Dengarkanlah,
bahwa hidup ini bukanlah marketplace yang diperjual belikan akan tetapi
kehidupan ini adalah coklat kental yang awalnya pahit lalu menengkan ketika
diminum dan manis dalam merasakanya. Itulah hidup, gunakan tangan untuk
mengulurkan tangan lain dan gunakan kaki untuk melangkah di jalan yang dirimu
inginkan. Paling penting adalah gunakan mata,telinga dan mulut untuk
membahagiakan dirimu,keluargamu,kekasih hidupmu dan temanmu.
Komentar
Posting Komentar