Bukan Tentang Kamu, tapi Tentang Aku

Aku tidak tahu, kepada siapa harus bercerita ? Ya tentunya bersama Allah.
Kamu tau, ketika aku di rumah atau bersama dengan keluargaku diriku merasa hanya ingin marah dan melakukan tindakan omongan yang tinggi.
Aku tidak tahu harus bagaimana selain menuliskan apa yang aku rasakan. Aku merasa, ketika kakakku, ibukku dan bapakku bercerita mereka aku dengarkan dan aku berikan support system.
Berbeda denganku, aku bercerita sedikit saja mereka mengira bahwa aku kurang bersyukur. Memang aku kira aku kurang bersyukur, akan tetapi hanya mereka yang aku ceritakan semua yang aku hadapi. Bahkan menurutku justru mereka yang sering mengeluh dan selalu menuntut.
Aku bingung, aku semakin hari tidak percaya dengan manusia. Entah kenapa rasanya aku lebih baik menjadi wayang yang hanya dipergunakan untuk peran tertentu.
Aku juga tidak menyukai teman kuliahku yang melihat diriku dari sisi kasarku, mereka menjelaskan aku kasar dll. Tapi mereka tidak tahu kenapa aku berperilaku demikian.
Memang hidup, tidak ada satupun yang ingin mengalami kesusahan. Akan tetapi ada satu hal yang selama ini aku pegang adalah hidup hanya sekali dan aku ingin Allah bangga menciptakan diriku. Walapun orang tuaku tidak pernah merasa bangga dari aku lahir hingga sekarang setidaknya ada seseorang yang selalu ingin aku banggakan yaitu Allah.
Aku merasa apabila bergantung kepada-Nya hidupku tenang dan terasa nyaman.
Akhir ini, keadaan hormonku tidak normal aku stres karena beberapa faktor yang menyebabkan diriku menstruasi tidak lancar. Aku merasa sendiri, aku merasa bahwa ketika aku tidak solat dan aku tidak bisa ke masjid aku merasa bahwa dunia hampa.
.
Aku selalu takut, ketika Allah kecewa denganku. Seperti akhir ini, aku benci ketika harus di rumah apalagi sekarang selama 1 minggu ke depan kakaku akan hidup di Jogja terus karena ujian kompetensi kesehatan. Aku merasa tidak bebas, aku merasa seperti di kerangkeng oleh suatu sistem.
.
Hanya di Jogja, aku lebih mengenal diriku. Aku bahagia dengan lingkungan pertemananku yang terkadang membuatku kewalahan. Aku bahagia ketika di Jogja. Aku ingin 1 minggu full di Jogja, yang aku rasakan hanya kenyamanan. Sungguh, aku disana bisa merasakan apa yang aku inginkan.
Aku bahagia walaupun aku tahu diriku terluka, aku bahagia walaupun aku tahu ini tidak pantas dilakukan olehku.
.
Teruntuk diriku apabila kamu membaca blog ini, dengarkanlah bahwa dirimu mampu dan kamu akan bisa melewatinya dengan sukses. Kamu bisa bahkan kamu bisa melewati stage yang sungguh luar biasa, dirimu kuat bahkan kamu tidak menyadari nya.
Tidak apa dirimu sering kecewa, setidaknya ada Allah yang selalu membuatku tenang. Jernihkan niatmu, akhir ini pikiranmu kotor, niatmu tidak sejernih dahulu, kamu banyak menunda-nunda.
.
Jadikan 1 semester yang kamu bilang untuk vakum dari segala organisasi untuk fokus dalam mengenali dirimu. Tidak apa kamu banyak melakukan kesalahan, justru dirimu harus mengenal banyak kesalahan dan kegagalan untuk maju di stage yang lebih complicated.
Semangat lah dirimu dilahirkan bukan untuk menjadi pengalah tapi pemenang. Diam dahulu lalu bergerak lah seperti apa yang kamu mau. Bersemangat lah nafisa! Dirimu adalah NAFISA yang artinya NAFIs biSA!

Komentar