Kuat

Aku ingin berhenti, ditepi danau bagaikan orang yang tak tau harus melangkah kemana.
Tempat nyaman pun tak menjadi hal yang menenangkan dalam berteduh.
Hina, itulah kata yang selalu aku kaitkan dengan kehidupan ku yang selalu saja seperti ingin akhir.
Menyerah, kata yang selalu membuatku sakit didalam hati.
Siapakah orang yang mampu mendengar kan aku? Adakah? Mmm ada tapi hanya sementara bukan lalu dia pergi.
Hentakan, Mata sinis, Mulut mengucap seenaknya.
Rindu, rindu, rindu
Aku selalu membuka hati untuk setiap orang yang ingin bercerita, memeluk, memberikan bantuan dari fisik maupun mental. Dukungan yang selalu aku harapkan akan menjadi kenyataan apabila aki sedang terjatuh.
Lalu
Siapa yang sekarang membantuku? Mereka hilang bukan ? Mereka bagaikan ditelan bumi. Lalu dimana mereka yang selalu membanggakan ku ketika aku sedang tinggi, lalu dimana mereka yang selalu aku dukung.
Aku bagaikan pohon yang ditinggal oleh daun yang mulai rontok.
Aku rindu, aku rindu dengan kawan.
Aku berharap memiliki kawan produktif, membantuku disaat aku jatuh,menamparku ketika sedang menyerah.
Aku lah orang yang membantu, tapi aku tak dapat bantuan dr kalian
Aku bersyukur, punya diri yang kuat, punya Allah yang selalu membantuku. Aku bersyukur, masjid adalah tempat ibadah. Aku seneng masjid semakin bagus krna membuatku nyaman.

Komentar