Ingin Pulang

Ketika aku menghembuskan nafasku secara dalam ada perasaan lega yang hanya datang sementara. Seperti angin yang hanya mampu memberikan kesejukan yang sesaat akan tetapi merusak apabila angin tercampur dengan hujan, bisa menjadi badai. Kehidupan didalam kota yang katanya Istimewa membuat diriku terasa terperangkap oleh kota ini, kota yang katanya Istimewa membuat aku menjadi kelelahan karena merindukan 2 insan palung hatiku dan 1 insan yang terkadang aku rindukan. Hari ini sebenarnya adalah hari Senin, dimana setiap hari Senin aku selalu berangkat menuju kota ini untuk menimba ilmu.
Aku hembuskan lagi nafasku, aku hanya merindukan Bapak dan Ibukku serta Kakakku(kadang sih). Entah belum merasa puas memandang wajah 2 makhluk yang indah tersebut atau belum mendengar ocehan mereka yang marah karena aku bangun terlalu siang, dan hanya diam dirumah hehe. Sungguh, tidak ada tempat paling nyaman kecuali di Masjid atau Rumah. Aku benar saja dulu menyombongkan diri kepada sdri ku bahwa aku bakalan jadi anak yang jarang pulang, aku bakalan jadi anak aktifis yang gak bakalan pulang jika waktunya banyak. Pulang yah sebulan sekali aja hahah . Kalimat tersebut benar membunuhku, aku selalu merindukkan Bapakku yang hidungnya mancung, meminta ajar aku bagaimana cara download Youtube, bagaimana cara menupload foto di Facebook hahah lucu sekali ketika aku melakukan kegiatan seperti itu. Aku sangat merindukkan suara Ibukku yang bilang Anak ayu dewe, kecut-kecut seger ey, gek lemune cah, sah nang tv enek cerito sedih pas kae, sah buke meh jagong melu ra .
Haduh, padahal didalam keinginanku ada salah satu tujuan untuk bekerja di Luar Klaten,Solo,Jogja. Akan tetapi, rasa rindu ini tidak pernah tertahan oleh wajah mereka. Aku selalu ingin pulang, dimana Ibukku dan Bapakku melihat aku memakai baju apa untuk kuliah di hari Senin besok dan hari lainnya. Haduh, memang lebih baik LDR-an sama pacar(tp ga ada pacar) daripada sama orangtua. Beneran deh gak tahan, sudah mencari kesibukaan tetap saja selalu keinget wajah mereka.

I LOVE YOU MY PARENTS.

💓 Nafissa your daughter. Muaah Bapak Herwan Jono Wariyanto dan Sri Marnani

Komentar